Jumat, 28 September 2012

Penanganan Medik Saat Patah Tulang


Penanganan Medik Saat Patah Tulang

Patah tulang atau fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis luasnya retak pada tulang yang utuh. Patah tulang ini menjadi masalah yang sangat menyita perhatian masyarakat, yang kebanyakan terjadi pada saat arus mudik dan arus balik hari raya idul fitri. 

Hal itu terjadi karena banyaknya kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan sebagian korbannya mengalami patah tulang. Banyak pula kejadian alam yang tidak terduga, yang banyak menyebabkan patah tulang atau fraktur.

Sering kali untuk penanganan fraktur ini tidak tepat, karena kurangnya informasi yang tersedia. Contohnya ketika seseorang mengalami patah tulang, namun karena kurangnya informasi untuk menanganinya, ia pergi ke dukun pijat, dan itu justru bisa berakibat fatal dlam hal penanganan. 

dr. Andri, Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik RS Mardi Waluyo kota Blitar, ditemui usai talk show di radio Patria menjelaskan, patah tulang harus ditangani lebih awal, karena setiap mengalami patah tulang, kebanyakan orang selalu mengistirahatkan, sehingga mengakibatkan sendi menjadi kaku, yang biasanya disebut kontraktur. Dengan berdirinya Rehabilitasi medik, ini merupakan solusi untuk  mencegah hal – hal seperti itu agar tidak terjadi.

“Penanganan yang dilakukan saat mengalami patah tulang, yang pertama tidak menggerakkan tulang yang patah. Hanya saja melakukan pelatihan pada otot – ototnya saja, yang disebut latihan Isometri, yaitu mengontraksikan ototnya tanpa menggerakkan sendi – sendinya agar tidak mengecil,” papar dr Andri.

“ Dalam 12 minggu, penderita patah tulang biasanya sudah bisa berjalan tanpa bantuan atau berjalan normal. Namun, dalam fase – fase sebelumnya penderita patah tulang bisa berjalan walaupun kaki tidak menapak dengan bantuan tongkat dll,” pungkasnya. (Ayumi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar