Penanganan Medik Saat
Patah Tulang
Patah tulang atau
fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis
luasnya retak pada tulang yang utuh. Patah tulang ini menjadi masalah yang
sangat menyita perhatian masyarakat, yang kebanyakan terjadi pada saat arus
mudik dan arus balik hari raya idul fitri.
Hal itu terjadi karena
banyaknya kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan sebagian korbannya mengalami
patah tulang. Banyak pula kejadian alam yang tidak terduga, yang banyak
menyebabkan patah tulang atau fraktur.
Sering kali untuk
penanganan fraktur ini tidak tepat, karena kurangnya informasi yang tersedia.
Contohnya ketika seseorang mengalami patah tulang, namun karena kurangnya
informasi untuk menanganinya, ia pergi ke dukun pijat, dan itu justru bisa
berakibat fatal dlam hal penanganan.
dr. Andri, Spesialis
Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik RS Mardi Waluyo kota Blitar, ditemui
usai talk show di radio Patria menjelaskan, patah tulang harus ditangani lebih
awal, karena setiap mengalami patah tulang, kebanyakan orang selalu
mengistirahatkan, sehingga mengakibatkan sendi menjadi kaku, yang biasanya
disebut kontraktur. Dengan berdirinya Rehabilitasi medik, ini merupakan solusi
untuk mencegah hal – hal seperti itu agar tidak terjadi.
“Penanganan yang
dilakukan saat mengalami patah tulang, yang pertama tidak menggerakkan tulang
yang patah. Hanya saja melakukan pelatihan pada otot – ototnya saja, yang
disebut latihan Isometri, yaitu mengontraksikan ototnya tanpa menggerakkan
sendi – sendinya agar tidak mengecil,” papar dr Andri.
“ Dalam 12 minggu,
penderita patah tulang biasanya sudah bisa berjalan tanpa bantuan atau berjalan
normal. Namun, dalam fase – fase sebelumnya penderita patah tulang bisa berjalan
walaupun kaki tidak menapak dengan bantuan tongkat dll,” pungkasnya.
(Ayumi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar